Perusahaan induk menyebutkan siap melepas 30 persen jumlah saham korporasi yang digagas pada 1981 itu ke publik. Untuk proses Initial Public Offering (IPO), kabarnya saham ini akan didaftarkan antara bulan Maret dan Mei 2018 ke bursa saham Tokyo.
Pada kuartal ketiga tahun ini, kemungkinan saham SoftBank sudah bisa tampil di pasar bursa Tokyo dan London. Firma telekomunikasi asal Jepang ini disebutkan berpotensi meraup keuntungan sebesar US$18 miliar atau setara dengan Rp239,96 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (15/1), SoftBank Group menyatakan belum memiliki keputusan resmi apapun terkait isu pelepasan sahamnya. Walaupun pihak perusahaan mengakui saham yang dijual akan menjadi solusi bagi strategi permodalan firma yang dipimpin oleh Masayoshi Son itu.
Lihat juga:SoftBank Sukses Caplok Uber |
Bulan lalu, SoftBank menyebutkan Uber Technologies Inc, perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat, akan mendapatkan keuntungan US$48 miliar atau sekitar Rp640,19 triliun dari penjualan sahamnya terhadap salah satu perusahaan yang dipimpinnya.
Profesor dari University of Michigan's Ross School of Business, Erik Gordon, menyebutkan analisisnya mengenai motivasi SoftBank dalam membuat pergerakan penjualan saham ini.
Ia pun menyebutkan penjualan saham ini akan memberi dampak positif bagi aspek modal perusahaan.
"Dalam hal ini, penjualan saham ke publik adalah salah satu cara mendapatkan modal tanpa menambah hutang atau melemahkan kepentingan ekuitas SoftBank di firma-firma yang bertumbuh. Sehingga masuk akal bila perusahaan ingin memutar unit usaha ponselnya menjadi milik publik yang membuat Softbank menjadi pemegang kontrol dan memberikan profit bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya," tutup Erik. (age)