Anatel mengeluarkan sertifikasi yang sedikit berbeda dengan yang dikeluarkan Komisi Komunikasi Federasi (FCC), badan regulator Amerika Serikat untuk komunikasi antarnegara melalui radio, televisi, kawat, kabel dan satelit.
Jika FCC mengeluarkan sertifikasi untuk nama produk kedua gawai, maka ANATEL menelurkan surat berisi informasi terkait baterai baru yang diduga akan digunakan pada ponsel pintar teranyar dari Samsung tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika berita tersebut benar, maka Samsung Galaxy S9 dan S9+ berpotensi mengikuti jejak pendahulunya, Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang memiliki spesifikasi baterai serupa.
Samsung Galaxy S9 dan S9+ dipastikan rilis bulan depan dan mengusung prosesor baru yang dikabarkan akan bekerja lebih irit. Diperkirakan akhir Maret nanti kedua ponsel anyar ini sudah dapat dinikmati konsumen di berbagai pasar, seperti dikabarkan BGR.
Galaxy S9 dan S9+ kabarnya hampir dapat dipastikan siap meluncur di pasar setelah mendapatkan sertifikasi dari FCC untuk nama produk keduanya.
Samsung Galaxy S9 akan rilis di bawah kode produk SM-G960 dan Galaxy S9+ di bawah nama produk SM-G965. Keduanya akan dibekali jaringan LTE, GSM, CDMA dan UMTS. Dilansir dari GSM Arena, untuk benua Asia, kedua ponsel terbaru Samsung ini kabarnya akan diproduksi di Vietnam, Cina dan Korea Selatan.
Nama produk terakhir akan digunakan untuk unit demo Samsung Galaxy S9 dan kepentingan aktivitas promosi ponsel pintar ini. Dengan tujuan yang sama, Samsung Galaxy S9+ akan rilis di bawah nama produk SM-G965.
Seri Galaxy S9 dikabarkan akan rilis dengan spesifikasi kamera Super Speed Dual Pixel beresolusi 12MP dengan bukaan yang bervariasi yang dapat mengambil video jenis Super Slow-mo. Tidak hanya itu, dari segi speaker seri gawai ini akan muncul lewat Stereo Speakers dari AKG dan fitur anyar lainnya, seperti sertifikasi IP68, pemindai iris serta pengisian baterai secara nirkabel. (age)