Logam Cair Menjadi Inspirasi Pembuatan Lexus LF-1

Muhammad Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 16:33 WIB
Logam Cair Menjadi Inspirasi Pembuatan Lexus LF-1 Interior menyuguhkan konfigurasi kursi 2+2 dan desain dasbor yang disesaki layar sentuh. Foto: Courtesy of Toyota
Jakarta, CNN Indonesia -- Era mobil bergerak otomatis sudah di depan mata untuk menggantikan kendaraan konvensional yang masih membutuhkan tangan manusia untuk menentukan arah tujuan.

Untuk menjawab kebutuhan mobilitas manusia di masa depan, Lexus pun menampilkan Lexus LF-1 Limitless concept di North American International Auto Show mulai 13-28 Januari 2018. Ini salah satu mobil purwarupa untuk diproduksi dalam beberapa tahun mendatang.

Perusahaan asal Jepang itu menjanjikan sebagai mobil yang mampu bergerak sendiri dibantu seperangkat sistem kecerdasan buatan di dalamnya. Hal itu ditopang sensor-sensor yang mampu membaca lingkungan sekitar.
LF-1 Limitless hasil mahakarya CALTY Design Research di California, Amerika Serikat dengan dimensi P x L x T (5.014mm, 1.986mm, 1.605mm) dan wheelbase 2.974 mm.

Desain eksteriornya dibuat mengalir sehingga tampak berbeda dengan versi produksi mobil-mobil Lexus. Klaim Lexus, eksteriornya terinspirasi logam cair yang ditempa menjadi samurai Jepang. Ide liar itu akhirnya menciptakan desain yang sangat agresif dan emosional.

Bagian depannya seperti semua model Lexus saat ini yaitu dengan spindel grille. Beralih ke atap, penghuni kabin akan disajikan panoramic roof sebagai satu kunci untuk mengejar kata mewah konsep mobilnya.
"Inilah visi kami untuk jenis kendaraan andalan baru di segmen crossover tanpa melepaskan performa dan kemewahan bak sedan masa kini," kata Presiden CALTY Design Research Inc. Kevin Hunter.

Masuk ke interior akan terlihat konfigurasi kursi 2+2 dan desain dasbor yang disesaki layar sentuh. Menarik pada bagian tengah kursi baris kedua, tersimpan konsol berukuran besar berguna untuk memisahkan antara penumpang belakang sebelah kiri dan kanan.

Pada konsol tengah itu tersimpan layar sentuh guna mengaktifkan sistem hiburan dan mengatur suhu udara.
Pihak produsen menjelaskan, begitu masuk dapur produksi nantinya akan tersedia jantung penggerak berbahan bakar fuel cell, hybrid, plug-in hybrid, bensin bahkan model listrik sekalipun.

Hal itu sejalan dengan rencana perusahaan pada 2025, di mana setiap model Lexus di seluruh dunia akan tersedia model listrik, memiliki pilihan listrik sesuai kebutuhan konsumen. (eks)