Tahun ini, Gati menargetkan ada 4.000 pelaku UMKM yang memasarkan produk online, terutama merambah marketplace. Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin berencana menambah program edukasi melalui program e-smart di tahun 2018 yang sudah berjalan sejak tahun lalu.
"Kita 2018 akan tingkatkan workshop IKM. Yang jualan di marketplace jadi 4.000 targetnya," ucap Gati saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait rencana untuk merangkul lebih banyak UMK ke ranah marketplace diharapkan membantu pemerintah mengumpulkan lebih banyak data.
Lihat juga:GoPay Bakal 'Menghilang' di GoFood Festival |
"Saya ngga punya data. 2017 kita punya data 1.700 produsennya, itu udah pasti. Sebelumnya kita kerjasama punya data 700 ribu. Tapi kalau ditodong by nama by address (jumlah UMKM), saya jawab nanti-nanti," ucapnya menambahkan.
Pemerintah menargetkan tujuh komoditas yang dibuat oleh pelaku UMKM yang dinilai berkontribusi besar terhadap PDB Indonesia. Ketujuh sasaran komoditas yaitu makanan, logam (komponen), herbal, furnitur, kerajinan tangan, fesyen, dan kosmetik. (evn)