CMO Lazada Indonesia Ahmad Alkatiri membenarkan ada sebuah lapak yang kebanjiran protes konsumen. Protes itu pada umumnya berisi tuntutan pembatalan pesanan dan pengembalian uang.
Namun Ahmad menampik hal itu terjadi karena ulah penjual. Ia menegaskan dalam kasus tersebut tidak ada penipuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang yang jadi polemik di kasus ini adalah tempered glass (kaca anti gores) untuk ponsel Xiaomi Redmi Note 5A yang berharga Rp882.000. Sementara pembeli mengira barang yang dijual adalah ponsel Xiaomi Redmi 5A.
Komplain konsumen. (dok. Istimewa) |
Ahmad memperkirakan kekeliruan terjadi di titik itu. Ketika pembeli mengetikkan Redmi 5A, yang muncul adalah produk anti gores tersebut, dan tanpa memeriksa terlebih dahulu mereka langsung memasukkannya ke dalam keranjang belanja.
"Mungkin mereka mengiranya flash sale, jadi cepat-cepatan kan dan kebanyakan enggak lihat," imbuh Ahmad.
Berdasarkan pantauan di situs Lazada ada sekitar dua puluhan komentar yang meminta penjual membatalkan pesanan dan mengembalikan uang mereka. Khusus untuk pengembalian uang, Ahmad meminta pembeli tenang karena prosesnya sedang berjalan.
"Untuk refund sistem kita butuh 7 hari, jadi sabar saja," pungkas Ahmad. (evn)
Komplain konsumen. (dok. Istimewa)