Samsung membanderol harga cukup tinggi untuk Galaxy A8 yakni Rp6,5 juta, sementara Galaxy A8 Plus dilego Rp8.099.000. Padahal, keduanya disebut menyasar segmen menengah, tapi dengan harga yang terlampau tinggi.
Perbedaan keduanya hanya di ukuran bentang layar, kapasitas baterai dan RAM. CNNIndonesia.com mendapatkan kesempatan mencoba langsung kedua perangkat usai acara peluncuran di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Samsung bermaksud menghadirkan ponsel rasa Galaxy S di A8 dan A8 Plus. Samsung mengklaim adopsi desain ini agar lebih banyak orang bisa menjangkau inovasi Samsung yang biasanya hanya hadir di ponsel flagship mereka.
Hal itu membuat pengguna tak perlu melakukan banyak scrolling. Menu utama keduanya berada di satu layar. Menonton konten video pun akan terasa lebih lega.
Desain ergonomis membuatnya terasa nyaman, termasuk bagi pemilik tangan mungil yang tetap bisa mengoperasikan dengan satu tangan. Pilihan warnanya hanya tiga yaitu hitam, emas dan orchid grey.
Efek bokeh di kamera depan
Efek bokeh sepertinya wajib hadir di ponsel pintar masa kini. Kamera depan Galaxy A8 dan A8 Plus hadir dengan dual lensa masing-masing 16 MP dan 8MP yang mampu menciptakan efek bokeh software.
Hal itu memungkinkan pengguna mengatur seberapa buram latar belakang foto, baik sebelum maupun sesudah memotret diri di kamera depan. Namun, hal itu justru membuat hasil bidikan menjadi kurang alami.
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Untuk masalah ketajaman dan kebeningan gambar pada kamera depan, terasa tak ada masalah. Hal itu berkat kemunculan dua lensanya, lebih banyak orang akan muat dalam satu foto juga. Sayang, Samsung tak memperjelas berapa sudut angle yang bisa masuk dalam satu bingkai wefie.
Sementara itu, kamera belakang kedua ponsel tersebut berlensa 16MP PDAF yang diklaim mampu merekam video blog dengan lebih baik saat bergerak berkat teknologi Video Digital Image Stabilization (vDIS). Tak ada masalah saat dicoba untuk mengambil foto dengan kamera belakang. Hasilnya terang dan tajam, termasuk ketika dijajal di ruang minim cahaya.
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Pengalaman menjajal fitur ini cukup baik sebab hanya dengan menjepret gambar atau tulisan, pengguna akan bisa mengekstrak tulisan atau menerjemahkan bahasanya dengan cepat.
Samsung menerangkan bahwa Bixby Vision mampu menerjemahkan 56 bahasa tanpa perlu mengetik ulang. Mengakses fitur ini pun cukup gampang yaitu hanya dengan menggeser ke kanan.
Fitur ini akan menjadi penolong ketika berada di negara dengan bahasa yang tidak dikenal. Sebab pengguna juga bisa memindai landmark untuk memberikan informasi tentang landmark itu.
Salah satu fitur yang tak luput diboyong Samsung yakni sertifikasi tahan air. Kedua seri A8 kini telah dibekali sertifikasi IP68 yang membuatnya bisa diajak 'basah-basahan' di kedalam 1,5 meter selama 30 menit dan tahan debu.
Selain itu, rival senegara LG ini juga menghadirkan sensor sidik jari dan pemindai wajah untuk aspek keamanan data. (evn)
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil