Perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi ini mengantongi dana segar dari Alphabet, induk perusahaan Google dan beberapa rekan senilai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp16 triliun (dengan asumsi kurs US$1 = Rp13.300).
Selain Google, investor asal Singapura, Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping pun akan berpartisipasi dalam suntikan dana tersebut. Kabarnya rencana pendanaan ini sudah dibuka sejak tahun lalu dan diproyeksikan akan rampung dalam beberapa pekan.
Lihat juga:Perjalanan Akuisisi dan Investasi Gojek |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, hingga saat ini belum diketahui berapa porsi suntikan dana masing-masing investor.
Mengawali layanan sebagai penyedia ojek daring, Gojek kini juga menyediakan layanan mobil dan taksi hingga pemesanan makanan online. Sejak berdiri pada tahun 2011, Gojek kini kian aktif mendorong pertumbuhan pengguna pembayaran nontunai Gopay pada layanannya. (age/evn)