Salah satu direktur Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, menilai salah satu kendala membangun pusat data adalah ketersediaan pasokan listrik. Melihat kondisinya saat ini, Mulia merasa Microsoft belum perlu membangun server di sini.
Kendati demikian, Mulia tak menampik suatu haru akan membangun pusat data di sini ketika kondisi di lapangan sudah membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulia mengatakan pusat data Microsoft sudah berada di level 4, salah satu cirinya adalah ketersediaan pasokan listrik dari tiga lapis sumber. Sementara di Indonesia, ia melihat sumber listrik baru bisa didapat dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan genset. Sementara di luar negeri, biasanya ada tambahan energi terbarukan seperti panel surya atau kincir angin.
"Untuk mendapatkan sertifikasi level 4 itu memang tidak gampang."
Faktor lain Microsoft belum membangun pusat data di sini adalah belum ada peraturan yang mengharuskan. Revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) masih menggodok detail penempatan pusat data di dalam negeri. Salah satu yang sudah dibahas adalah kategorisasi jenis data.
Sejauh ini pemerintah sudah membagi data ke dalam tiga jenis yakni data strategis, data tinggi, dan data rendah. Data strategis adalah jenis data yang wajib disimpan dan dikelola di dalam negeri. Jenis data ini biasanya berhubungan dengan informasi intelijen, ketahanan pangan, hingga sektor energi. (eks)