Kabar itu muncul setelah Grab diketahui tengah melakukan diskusi dengan Uber baru-baru ini terkait rencana akuisisi.
Demi mewujudkan langkah tersebut, Grab dikabarkan berencana mengambil alih operasional Uber di kawasan Asia Tenggara. Dilaporkan The Independent, keduanya dikabarkan akan menyatukan sistem pengoperasian back-end aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia juga menyebut kapitalisasi tengah menggerogoti kawasan Asia Tenggara dan perlu waktu lama untuk membalikkan ke keadaan semula.
Lihat juga:Gojek Dapat Dana Segar Rp 16 Triliun |
Hal ini disebabkan oleh Grab yang cepat menguasai pasar lewat penyesuaian jasa sesuai kebutuhan lokal. Selain itu, perusahaan tersebut juga berusaha memenuhi kebutuhan mitranya, mulai dari pemberian subsidi hingga mengajarkan mitra yang berumur mengenai mekanisme layanan online.
Sementara itu, kabar akuisisi ini mengkhawatirkan sebagian pihak. Sebab, dengan adanya merger maka pesaing akan berkurang dan harga jasa yang dibebankan ke pengguna layanan berpotensi naik.
[Gambas:Video CNN] (evn/sat)