Pertalite sendiri saat ini sudah menjadi pilihan banyak pemilik kendaraan roda dua, apalagi sejak bahan bakar jenis Premium sudah sulit ditemui. Lantas, apakah dengan kenaikan Pertalite secara menyeluruh di Indonesia dapat berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk membeli sepeda motor?
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala berpendapat, meskipun ada kenaikan harga bahan bakar, itu tidak bakal menyurutkan daya beli masyarakat terhadap sepeda motor. Terlebih, Ia menganggap, kenaikan bahan bakar masih relatif kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi motor itu di Indonesia kan rata-rata irit bahan bakar ya. Pokoknya kami optimis, apalagi ini masih awal tahun ya," ujar Sigit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak jangka panjang
Deputy General Manager Marketing Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eddy Ang, mengatakan jika ada pengaruh atas kenaikan harga bahan bakar, itu dilihat dalam jangka waktu panjang.
"Sehingga orang lebih prioritas untuk membeli kebutuhan dasar dulu. Baru mereka beli motor," ucap Eddy.
Namun, melihat dari kecilnya kenaikan Pertalite, rasanya penjualan sepeda motor akan bergerak normal sesuai target awal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Lihat juga:Yamaha Lexi Segera Diluncurkan di Jakarta |
[Gambas:Video CNN] (mik)