Selain memenuhi kebutuhan keamanan siber, Chronicle diplot sebagai platform analitik. Tujuan utamanya adalah melindungi perusahaan induk dari serangan peretas.
"Hari ini kami memperkenalkan Chronicle, bisnis mandiri baru di dalam Alphabet yang didedikasikan untuk membantu perusahaan mencari dan menghentikan serangan siber sebelum ada kerusakan," tulis CEO Chronicle, Stephen Gillet, seperti dikutip dari blog resmi perusahaan, Rabu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chronicle sejatinya adalah evolusi dari Google X, unit bisnis Alphabet yang khusus mengurusi riset dan pengembangan.
"Kami ingin kecepatan dan dampak dari tim keamanan 10 kali lipat dengan membuatnya lebih mudah, lebih cepat, lebih irit ongkos dalam menangkap dan menganalisa sinyal keamanan yang sebelumnya terlalu sulit dan mahal untuk dideteksi," imbuh Gillett.
"Kami senang menjadi perusahaan yang independen, namun tetap bagian dari Alphabet," pungkasnya, seperti dikutip CNN.
Sebagai tambahan, Google merombak struktur perusahaannya pada 2015 lalu dengan membentuk perusahaan induk bernama Alphabet. Sebagai induk, Alphabet menaungi sejumlah anak perusahaan yang namanya dimulai dari abjad A-Z, seperti Android, Chrome, Gmail, hingga Youtube. (eks/eks)