Perusahaan pelacak GPS, Strava menerbitkan peta interaktif yang bisa menunjukkan lokasi para pemakai perangkat kebugaran ini. Strava mengumpulkan lokasi para pemakai Fitbit, Jawbone dan Vitofit. Jumlahnya mencapai 27 juta pengguna di seluruh dunia. Lokasi mereka yang hanya memakai aplikasi dari alat fitness tracker ini juga terlihat.
Peta ini memang tidak menunjukkan posisi pengguna secara realtime, tapi menerbitkan data penguna dari tahun 2015-2017. Strava mempublikasikan peta ini secara online dalam Global Heat Map pada November 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Samsung Boyong 3 Wearable Device Terbaru |
Penggunaan tracker ini ramai diperbicangkan sejak Sabtu, 27 Januari lalu. Seorang siswa Australia berusia 20 tahun Nathan Ruser, mencuitkan informasi yang ada di peta.
Pengguna lain pun melaporkan beberapa aktivitas di zona perang dan gurun pasir di negara-negara termasuk Irak dan Suriah. Bahkan pengguna Twitter mengklaim telah menemukan situs sistem rudal Patriot di Yaman.
The Washington Post mengungkapkan garis besar basis militer AS yang diketahui dan tempat-tempat yang tidak diketahui dan berpotensi sensitif lainnya.
Ancaman
Meski demikian, Juru Bicara Angkatan Udara Komando Pusat AS Kolonel John Thomas menganggap hal ini sebagai ancaman.
"Ini adalah ancaman keamanan yang jelas. Anda bisa melihat pola kehidupan,” paparnya.
Strava menyebut bahwa peta interaktifnya itu tidak memasukkan lokasi yang ditandai sebagai data privat pengguna. Ia menyebut hanya mengambil data dari aktivitas yang diunggah pengguna ke platformnya.
Beberapa tahun lalu, Pentagon sempat mendorong personil militer yang menggunakan Fitbit. Pada 2013, Pentagon mendistribusikan 2.500 Fitbits sebagai bagian dari program percontohan untuk memerangi obesitas. (eks)