Salah satunya Toyota. Melalui Executive General Manajer PT Toyota-Astra Motor (TAM) Franciscus Soerjopranoto mengatakan menyambut baik kehadiran mobil baru Esemka. Terlebih, jika mobil bernama Garuda 1 itu benar dapat terealisasi (diproduksi massal).
"Berarti calon pembeli kendaraan roda empat memiliki beragam pilihan, termasuk mobil karya anak bangsa," kata Soerjo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lihat gambar-gambarnya bagus. Jadi kenapa tidak bisa bersaing? Mungkin masuk kelasnya Fortuner, Pajero Sport dan CR-V," ucap Soerjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Jonfis, jika ingin bersaing di dalam negeri, tentu Esemka memerlukan upaya yang tidak sedikit. Eksistensi sebuah merek mobil tidak sekedar 'kampanye' di depan, setelah itu hilang dari peredaran, bahkan mengundang tanya masyarakat perihal produknya. "Produknya belum dipasarkan dalam level industri manufaktur. Tetapi, bukan berarti tidak bisa," jelas Jonfis.
Lihat juga:Siswa Lulusan SMK Dilibatkan Produksi Esemka |
Antara Esemka Garuda 1 dan Foday Landfort memiliki banyak kesamaan di bagian buritan. Misalnya, desain pintu belakang, rear upper spoiler, list chrome, wiper, stop lamp, bumper hingga reflektor yang sama persis.
Perbedaan antara keduanya hanya pada logo dan penyematan emblem, foto yang beredar menggunakan logo Esemka dan nama 'Garuda 1' di sisi belakang. Sedangkan mobil China menggunakan tulisan China di sisi kiri bagian belakang dan Landfort di sisi kanan.