Sebuah studi terbaru dari sekelompok peneliti menduga kebakaran besar itu terjadi secara mendadak. Hal itu mungkin terjadi karena pecahan komet.
Awan debu tebal yang menyelimuti Bumi saat itu memicu zaman es singkat bernama Younger Dryas yang berlangsung selama 1.000 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengapa Air Samudera Arktik Asin? |
Hipotesis Melott dan kolega didasarkan pada jejak kimia seperti karbon dioksida, nitrat, amonia, dan lainnya, yang menunjukkan 10 persen permukaan bumi atau sekitar 10 juta kilometer persegi dilahap api.
Mereka juga menemukan kandungan platinum, jenis logam yang biasa ditemukan di asteroid dan komet, dalam sampel.
Lihat juga:Suhu Bumi Semakin Panas, Apa yang Terjadi? |
"Hasil perhitungan komputer menunjukkan dampaknya sampai memakan lapisan ozon, menyebabkan kanker kulit dan dampak kesehatan lain," imbuh Melott, seperti dilaporkan oleh Science Alert, Minggu (4/2).
Kendati demikian, Melott berkata hasil penelitian itu masih sebatas hipotesis. Mereka masih perlu mengumpulkan bukti lebih banyak untuk melengkapi penelitian penyebab zaman es singkat itu. (eks)