Para pengembang dan teknisi kini berlomba-lomba menciptakan robot yang dapat membantu lansia berkegiatan sehari-hari, misal untuk bangun dari ranjang dan pindah ke kursi roda, atau sekadar untuk mandi saja. Paling canggih, robot pengasuh tersebut bisa didesain untuk memprediksi kapan pasien mau ke toilet.
"Robot tak bisa memecahkan semua permasalahan, namun robot dapat berkontribusi mengatasi kesulitan-kesulitan itu," ucap Hirohisa Hirukawa, Direktur Riset Inovasi Robot di Lembaga Teknologi Nasional Jepang seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor pertama adalah harganya yang mahal. Faktor berikutnya, anggapan bahwa urusan rawat-merawat harus dilakukan oleh manusia. Namun Hirukawa tetap optimis. Ia melihat rasa enggan pasien akan hilang seiring waktu.
Tak perlu robot yang bisa bicara atau menyerupai manusia, yang penting sang robot punya teknologi mapan yang bisa menolong seseorang dalam situasi spesifik.
Misalnya adalah robot yang berfungsi sebagai alat bantu jalan lansia. Dengan sejumlah sensor yang dipasang, robot bisa mendeteksi jalan yang menanjak dan menurun sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan sang pengguna.
Sawyer bisa menyajikan sejumlah minuman mulai dari cappuccino, coklat panas, hingga green tea latte.
Selain itu, masih ada pula sejumlah robot di sebuah hotel di Nagasaki, Jepang. Sejumlah robot yang ada di hotel itu ditugaskan ke beberapa posisi seperti resepsionis, pelayan, hingga petugas kebersihan. (age)