Dalam surat kepada regulator Amerika Serikat, Apple mengaku jumlah permintaan baterai baru sangat banyak sehingga pemesan harus menunggu sampai beberapa pekan atau berbulan-bulan.
Akibatnya, Apple memberi kompensasi lain. Mereka yang telanjur memesan baterai baru sebelum pengumuman akan mendapat potongan harga juga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Desember 2017 lalu, Apple dituduh sengaja memperlambat kinerja sejumlah model iPhone yang memakai baterai lawas lewat pembaharuan sistem operasi. Apple mengelak dari tuduhan itu, lalu meminta maaf ke konsumennya, seraya mengumumkan potongan harga untuk mereka yang ingin membeli baterai baru untuk ponselnya.
Apple mengaku sengaja memperlambat kinerja di sejumlah model iPhone guna mencegah ponsel mendadak padam akibat baterai yang sudah tua. Dalam analisisnya, mereka menemukan sejumlah laporan atau kejadian gawai yang tiba-tiba padam.
Aksi Apple ini berbuntut panjang. Selain protes dari konsumen dan regulator di AS, mereka juga terancam diselidiki oleh negara lain seperti Brazil, Prancis, Italia hingga Korea Selatan. (eks)