Sebelumnya, Facebook sempat menyebut bahwa platformnya akan melakukan bagi hasil pendapatan dengan pembuat konten video di Facebook Watch. Layanan ini sendiri belum bisa diakses di Indonesia.
Perluasan layanan Watch diperkirakan akan memberi keuntungan bagi Facebook. Semakin banyak konten berarti akan semakin banyak waktu yang dihabiskan pengguna di platformnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan rencana ini, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli hak cipta pertunjukkan. Facebook cukup membangun sistem yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah pertunjukkan mereka sendiri secara gratis, lalu menempatkan iklan pada konten yang akan menghasilkan profit.
Watch sendiri saat ini masih susah-payah untuk menghasilkan konten sendiri. Untuk tiap episode suatu acara, perusahaan harus mengeluarkan uang mulai dari Rp135,3 juta (US$10000) hingga Rp676,9 juta (US$50000) ke beberapa pihak, seperti kreator, perusahaan produksi hingga media tergantung dari durasi acara dan eksklusivitasnya.
Beberapa pihak juga menjual konten mereka secara gratis kepada Facebook atas nama 'mitra bisnis'.
Sulit saingi Google
Meski terdengar menjanjikan, strategi Facebook ini berpotensi mengalami kesulitan.
Selain menggunakan sistem yang serupa digunakan oleh Google pada Youtube dan sistem periklanan berjenjangnya yaitu Google Preferred, beberapa agensi media lebih tertarik untuk menghabiskan dana di News Feed ketimbang Watch.
Mereka juga khawatir, sebab sebutan kategori Facebook terlalu luas, seperti disebutkan CNBC pada Senin (5/2). (sat)