Dengan pendapatan ini Airbnb berhasil membukukan penghasilan nyaris dua kali lebih besar dari target. Sebelumnya perusahaan itu menargetkan untuk mencetak pendapatan Rp37,9 triliun (US$2,8 miliar) pada 2017.
Airbnb sendiri pertama kali mencetak keuntungan pada semester pertama 2016. Keberhasilan Airbnb mencetak keuntungan adalah langkah yang membedakannya dengan Uber.
Lihat juga:Airbnb Batal Lepas Saham pada 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma mencetak keuntungan, Airbnb sendiri baru saja mendapat investasi baru sebesar Rp59,6 triliun (US$4,4 miliar) pada Maret 2017. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga mengaku memiliki aset di bank senilai Rp67,7 triliun (US$5 miliar).
Lihat juga:Airbnb Sediakan Metode Pembayaran 'Cicilan' |
Pihak perusahaan juga sempat berkonsultasi dengan Morgan Stanley, perusahaan layanan finansial asal Amerika mengenai rencana Airbnb untuk melepas sahamnya ke publik. Namun, juru bicara perusahaan menyatakan di tahun ini tidak akan ada pelepasan saham Airbnb ke publik.
"Pimpinan dan dewan senior perusahaan telah sepakat untuk tidak melepas saham ke publik pada tahun 2018," tegas juru bicara Airbnb, seperti dikutip Business Insider, Selasa (6/2).
Perbedaan pandangan ini membuat Tosi mesti melenggang keluar dari perusahaan. Padahal Tosi termasuk sosok yang memberi dampak besar untuk Airbnb.
Sebab, Tosi yang membuat berbagai terobosan investasi perusahaan dalam berbagai bentuk, baik saham, mata uang, dan bentuk investasi lainnya yang setara dengan 30 persen dari arus kas perusahaan. (sat)