Menghindari insiden terbakarnya armada angkutan umum paling vital di Jakarta itu, PT Transportasi Jakarta meninggalkan bus-bus yang dianggap tidak aman dan beralih ke merek bus yang lebih aman dan nyaman untuk masyarakat.
Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono menjelaskan armada bus yang kerap bermasalah adalah asal China. Di samping mencegah bus terbakar, alasan lain tak terpilihnya bus asal negeri tirai bambu itu tidak memiliki agen pemegang merek (APM) di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Transjakarta Siapkan 300 Bus 'Low Entry' |
Menurut Budi saat ini Transjakarta lebih memilih menggunakan merek bus asal Eropa, seperti Scania dan Mercedes-Benz yang menggantikan bus China seperti Zhongtong dan Ankai yang belakangan mendapat perhatian karena kualitasnya yang buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umumnya, tombol pemutus aliran listrik bus-bus Eropa terletak pada sisi kanan sopir, dibuat terpisah dengan panel lainnya warna merah. "Pengalaman bus China yang terbakar, (tombolnya) bukan merah tapi hitam. Posisi tombil di tengah (dasbor)," tutup Budi. (mik)