Kecenderungan masyarakat menggunakan aplikasi lokal masih rendah. Menurut survei APJII ada 14,20 persen pengguna internet Indonesia yang tak pernah sama sekali memanfaatkan aplkasi lokal, sementara 56,79 persen memiliki intensitas jarang.
Pengguna yang sering memanfaatkan aplikasi lokal hanya sebesar 23,46 persen. Sedangkan, mereka yang menggunakan aplikasi karya anak bangsa hanya 5,56 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pengguna Internet Indonesia Capai 143 Juta |
"Orang kalau buka e-commerce, mereka akan lebih banyak mengakses e-commerce Indonesia. Tapi yang disayangkan kalau untuk messenger, kita masih banyak gunakan messenger-messenger luar," ungkapnya di sela konferensi media di Hard Rock cafe Jakarta, Senin (19/2).
Meski demikian, Jamal mengakui jika hal itu berimbas pada peningkatan trafik layanan telekomunikasi. Kondisi yang berbanding jauh dari beberapa tahun sebelumnya.
"Nah sekarang kita bicara soal traffic, orang Indonesia semakin banyak mengakses konten lokal. Kebanyakan untuk pemesanan tiket dan e-commerce seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka yang traffic-nya makin besar," imbuhnya.
Di sisi lain, pengguna internet di Indonesia justru jarang memanfaatkan aplikasi perbankan, yakni hanya tercatat hanya ada 7,38 persen.
Transaksi perbankan yang dilakukan melalui koneksi internet hanya memiliki 17,04 persen atau sekitar 24,3 juta orang. Di sisi lain penjualan daring hanya dilakukan oleh 16,83 persen pengguna internet dengan 45,14 persen lainnya hanya menggunakan untuk mengecek harga barang.
"Paling tidak kita sudah bisa menjual barang melalui online. Meskipun angkanya masih kecil paling tidak sudah bisa," kata Henri Kasyfi Soemartono, Sekretaris Jenderal APJII. (asa)