Sama dengan pendahulunya, A83 mengandalkan fitur kamera selfie yang dibekali teknologi kecerdasan buatan. Tetapi, ada perbedaan utama antara kedua ponsel tersebut.
Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia menerangkan A83 dibekali sensor piksel kamera depan yang lebih rendah yakni 8MP sementara F5 memiliki 20 megapiksel. Namun fitur kecerdasan buatan membuat A83 memiliki kemampuan sama yakni memindai 254 titik wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menyebut alasan memboyong fitur ponsel flagship ke seri menengah tak lain untuk mensosialisasikan AI kepada masyarakat yang lebih luas. Dnegan begitu menurutnya pengguna ponsel bisa menjadikan swafoto sebagai hal yang lebih menarik.
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Tetap fokus di kamera selfie
Aryo memastikan kamera selfie tetap menjadi daya pikat utama untuk jajaran ponsel yang dirilis Oppo di tahun Anjing Tanah. Pihaknya akan menambahkan fitur pendukung, termasuk salah satunya teknologi kecerdasan buatan.
Meski tidak mengungkap total angka pemasaran, ia menyebut kontribusi penjualan ponsel seri A hingga akhir 2017 mencapai 40 persen dan sisanya berasal dari series F yang menjadi andalan Oppo.
Oppo A83 ditenagai prosesor Helio P23 ini membawa RAM 3GB dan memori internal 32GB yang dapat diperlebar hingga 256GB dengan kartu microSD. Ponsel yang membawa kamera belakang 13MP ini mengusung baterai 3.180mAh dengan sistem operasi Android 7.1 Nougat dan antarmuka ColorOS.
Aryo mengklaim dengan harga tersebut, A83 mencatatkan performa yang lebih baik dari dua 'saudara kandungnya'.
"Memang secara harga mendekati F5 Youth, namun fiturnya beda. Kalau dilihat dari hasil benchmark AnTuTu, di sektor kamera kadang-kadang lebih baik A83 ketimbang F5 Youth," imbuhnya. (evn)
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil