Astronom Amatir Temukan Fenomena Langka di Galaksi

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 11:08 WIB
Astronom Amatir Temukan Fenomena Langka di Galaksi Ilustrasi supernova. (dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang astronom amatir asal Argentina membuat rekor penting. Pasalnya astronom tersebut berhasil menyaksikan proses berlangsungnya sebuah bintang meledak atau supernova.

Adalah Victor Buso, pria berusia 58 tahun yang berprofesi sebagi pandai kunci di Rosario, Argentina, yang menjadi saksi kejadian kosmik penting itu. 

Penting karena sepanjang sejarah, belum ada yang pernah melihat peristiwa terjadinya supernova. Mengandalkan observatorium yang ia bangun sendiri di atas rumahnya dan teleskop berdiameter 40 cm, Buso menangkap salah satu fase awal supernova di sebuah galaksi spiral bernama NGC-613 yang berjarak sekitar 65 juta tahun cahaya.


Peristiwa itu terjadi pada 20 September 2016 ketika Buso sedang menguji kamera baru di teleskopnya. Ketika membidik galaksi NGC-613, ia menyadari ada sebuah cahaya mungil baru.

"Aku berpikir, 'ya Tuhan, apa ini?'," kata Buso mengenang peristiwa bersejarah itu.

Cahaya dari titik tersebut terus membesar dan membuat Buso sadar bahwa yang ia lihat adalah supernova. Seketika itu, ia mengabari kawannya yang juga astronom amatir. Dari tangan kawannya itu akhir kabar penemuan supernova sampai ke telinga Melina Bersten dan Gaston Folatelli, ahli astrofisika dari Institute of Astrophysics of La Plata, Argentina.

"Kami langsung sadar ini penemuan yang sangat penting," ujar Bersten seperti dilaporkan The Washington Post.

Meski sudah selama setahun lebih, laporan ilmiah mengenai penemuan Buso rampung baru-baru ini. Laporan mengenainya baru terbit Rabu (21/2) di jurnal Nature.

Fase supernova yang ditangkap oleh Buso adalah fase "shock breakout" yaitu ketika gelombang energi mencuat ke eksterior bintang tepat sebelum ledakan terjadi.

Menurut Bersten, fase itu penting karena menolong mereka mengetahui struktur bintang yang menjelang kematiannya.

Buso beruntung karena kesempatan menyaksikan fase awal sebuah supernova sangat langka, sekitar 1:10 juta kemungkinan. Terlebih, ia menyaksikan peristiwa astronomi yang sebelumnya tak pernah dirasakan manusia lainnya, termasuk para astronom profesional. (evn)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA