Kendati demikian, dia sadar bahwa Uber nantinya akan kehilangan banyak uang di wilayah ini.
"Kami tahu akan kehilangan uang di Asia Tenggara dan tetap akan berinvestasi secara agresif dalam hal pemasaran, subsidi dan sebagainya. Dari sudut pandang kompetisi, kami pikir bisa meningkat," kata Khosrowshahi saat berkunjung ke New Delhi, India, pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Singapura, Uber bisa memperkuat Grab. Sementara di India, Uber disebut bisa bergabung dengan Ola.
Menurut sumber Reuters, SoftBank mengatakan bahwa mereka menginginkan Uber untuk fokus pada pertumbuhan di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia dan bukan Asia. Bisnis di wilayah Asia dinilai sebagai yang paling mahal dan kompetitif bagi Uber.
Sementara itu, Khosrowshahi mengatakan bahwa SoftBank memang investor besar Uber, namun keputusan akhir akan diambil secara mufakat antara manajemen dan dewan direksi.
Lihat juga:Pendapatan Uber Naik, Tapi Tetap Merugi |
Namun Khosrowshahi mengatakan pasar India belum memberikan keuntungan bagi perusahaan. Meski tetap ingin berinvestasi di sana. Khostowshahi mengindikasikan pihaknya akan berinvestasi dalam jmlah 'banyak' di Negeri Taj Mahal.
"Kami sebagai perusahaan perlu memiliki profil yang seimbang dalam hal pertumbuhan dan investasi. Ada pasar maju yang akan terus kita investasikan yang akan semakin menguntungkan, disamping kian aktif berinvestasi di pasar seperti India dan Amerika Latin yang memiliki pertumbuhan besar kedepannya," tutupnya. (evn)