Ini adalah kali pertama perusahaan itu mendapat pendapatan hingga 100 miliar yuan per tahun. Sebuah kebangkitan dari perusahaan yang sempat meredup pada 2016.
Head of International Business Xiaomi, Wang Xiang menyebut bahwa perusahaan mereka telah mencapai target sejak Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Wang tidak mengungkap berapa pendapatan mereka tahun lalu, pun tak menyebutkan berapa target untuk tahun 2018. Ia hanya mengelak dengan menyebut bahwa perusahaannya akan bisa mencapai lebih dari target tahun sebelumnya.
Xiaomi terkenal sebagai produsen perangkat yang mengandalkan jualan online untuk menekan biaya pemasaran. Dengan demikian, Xiaomi mengklaim bisa memberikan perangkat dengan spesifikasi di bawah harga pasaran. Tapi, belakangan keberadaan Xiaomi tersingkir oleh dua perusahaan senegaranya Oppo dan Vivo yang bergerak cepat merengkuh pasar di China dan luar China.
Perusahaan dengan valuasi US$46 miliar ini juga tengah gencar membuka toko fisik di luar China. Xiaomi juga tengah gencar mengembangkan produk di luar smartphone, seperti pengembangan AI dan perangkat cerdas lain (IoT).
Xiaomi juga kabarnya akan melakukan IPO dan diperkirakan akan mencapai valuasi US$100 miliar. (eks/evn)