Humas BMKG, Hary T Djatmiko, dalam keterangannya pada CNNIndonesia.com menjelaskan bahwa tidak benar jika BMKG disebut telah memprediksi akan terjadi gempa megathrust di Jakarta.
BMKG mengatakan bahwa meski para ahli mampu menghitung perkiraan magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ketidakpastian tersebut, BMKG menyatakan bahwa perlu dilakukan adalah upaya mitigasi yang tepat, menyiapkan langkah-langkah kongkrit yang perlu segera dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa seandainya gempa benar-benar terjadi, khususnya dengan cara menyiapkan kesiapan masyarakat maupun inftrastrukturnya.
"Jadi sebenarnya diskusi tersebut dirancang untuk kalangan terbatas, antara para pakar dan pemegang kebijakan, karena membahas hal yang cukup sensitif namun urgen untuk segera dilakukan langkah lanjut, sebagai bentuk tanggung jawab para pakar dalam memberikan layanan keselamatan publik di daerah rawan gempabumi," lanjutnya.
Salah satu media menyatakan seolah-olah BMKG telah memprediksi bahwa akan terjadi gempa megathrust di Jakarta. Padahal, sarasehan itu hanya mencari solusi mitigasi jika gempa besar terjadi di wilayah DKI Jakarta.
BMKG menegaskan perlunya langkah konkrit untuk melakukan mitigasi bencana. Menjamin bangunan di Jakarta aman dari gempa. Artinya ketika terjadi gempa, bangunan tidak cepat runtuh sehingga dapat memberikan tenggang waktu yang cukup bagi penghuninya untuk menyelamatkan diri.
Upaya mitigasi ini juga dianggap perlu mengingat Indonesia berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif yang rawan gempa bumi. Berdasarkan hasil kajian para pakar gempabumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust di mana proses penunjaman lempeng masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun.
Menurut analisis para pakar gempabumi, gerakan penunjaman lempeng tersebut mungkin mengakibatkan gempa megathrust dengan kekuatan/magnitudo maksimum yang diperkirakan dapat mencapai M8,7. (eks)