"@IndosatCare bagaimana kak ini NIK saya bisa terpakai lebih dari 50 nomor saat saya cek registrasi di web indosat @kemkominfo tolong solusi nya bagaimana. Takutnya dipakai orang jahat," tulisnya pada 28 Februari silam.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
"Iya saya dulu November 2017 udah regis. Belum ngerti caranya (dan) minta tolong konter tetangga. Ya sudah langganan ya percaya gitu kan mas. Tapi kemarin saya kesana menanyakan apa pernah dipake NIK saya, bilangnya enggak. Tapi ga tau bohong apa enggak nya ya," cuitnya.
Akun Twitter Kominfo, @kemkominfo, meminta Aninda untuk mendatangi gerai operator membawa KTP dan KK. Dengan begitu, operator akan bisa memblokir kartu lain yang bukan atas nama Aninda.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Menanggapi masalah tersebut, Deva Rachman, Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo mengatakan seharusnya hal itu tidak terjadi. Sebab, satu nomor NIK normalnya hanya digunakan untuk mendaftarkan nomor yang dipakai pemegang identitas.
"Saya harus cek dulu karena nggak boleh. Seharusnya ya nomornya yang digunakan saja yang terdaftar dengan satu NIK," kata Deva saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (2/3).
Tak lama, Deva membenarkan bahwa kasus tersebut memang saat ini sedang ditangani oleh pihaknya. Nantinya, seluruh nomor yang terdaftar di NIK Aninda akan dihapus sebagai nomor Aninda. Yang bersangkutan pun harus kembali melakukan registrasi.
Deva mengatakan bahwa siapa pun tidak boleh mendaftarkan hingga 50 nomor dengan satu identitas, Namun, pihaknya tidak mengetahui siapa yang melakukan ini pada identitas Aninda.
"Kami tidak tahu siapa. Tapi yang pasti dalam sistem kami shut down. Treat-nya memang case by case, yang mendapatkan kasus ini akan divalidasi," pungkasnya. (age/asa)