Dianggap Mobil Kebanggaan, 200 Esemka Sudah Terjual

Claudea Novitasari, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 10:50 WIB
Dianggap Mobil Kebanggaan, 200 Esemka Sudah Terjual Fasilitas produksi Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (Dok. Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Esemka yang merupakan hasil karya dari siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia telah mengantongi izin produksi pada Oktober 2012. Hingga kini, sebanyak 200 unit Esemka dikabarkan sudah terjual di Indonesia.

Peminatnya tidak hanya di Pulau Jawa saja, melainkan hingga ke Pulau Sumtera, yaitu Lampung dan Sumatera Selatan.

"Semua (sudah terjual). Sekarang dimiliki teman-teman kita keluarga besar SMK. Ada yang di Jawa Timur, paling banyak di Jawa Timur, di Wonogiri dua, di Pati dua, di Jakarta ada dua, di Lampung ada 29 unit," kata mantan Direktur Teknik PT SMK Dwi Budhi Martono saat ditemui CNNIndonesia.com di Solo, Jawa Tengah.
Sebelum diproduksi secara massal, PT SMK terlebih dahulu melakukan percobaan produk dengan pola membeli komponen melalui vendor, kemudian merakit, dan melakukan pengujian.


Esemka memproduksi Bima, Borneo dan Rajawali. Namun tidak dijelaskan model apa saja yang sudah diserap konsumen dalam negeri.

Untuk Esemka Rajawali, mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) yang dibekali mesin 1.600cc dan berkapasitas lima penumpang tersebut dijual dengan harga Rp180 juta per unit.
Menurut pria karib disapa Toto itu, SUV Rajawali R2 diminati perorangan yang memang menggemari mobil Esemka, dan bukan dibeli lembaga atau instansi pemerintah yang umumnya dijadikan kendaraan dinas.

"Karena bagi mereka juga jadi sebuah kebanggaan (memiliki Esemka). Kelak di kemudian hari jika sudah ada mobil Esemka berjalan di jalan umum setara dengan kendaran-kendaran yang lain, saya punya yang pertama kali," ucap Toto.

Mobil SUV Esemka Rajawali pertama kali diperkenalkan secara nasional oleh Joko Widodo ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo. Pada 2012, mobil tersebut juga sempat digunakan sebagai mobil dinas untuk Walikota dan Wakil Walikota Solo.
Selain memproduksi mobil berjenis SUV, PT SMK juga telah berhasil membuat beberapa prototipe mobil lainnya, seperti Esemka Bima 1.1, 1.3, 1.8 yang berjenis pikap, Esemka Borneo berjenis mini bus dengan 16 kursi, Esemka Digdaya 1 dan Esemka Digdaya 2.

Nantinya, produksi mobil bermerek Esemka akan dirakit oleh PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), yang merupakan gabungan dari PT SMK dan PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL).

Saat ini, PT ACEH tengah menyelesaikan proyek pembangunan pabrik mobil Esemka yang berada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sementara untuk penjualan mobil Esemka ditargetkan tahun lalu, namun faktanya batal karena fasilitas produksi Esemka belum juga rampung. (asa)