M. Ikhsan
Jurnalis yang menggeluti isu-isu otomotif dan memimpikan supercar ada di garasi rumahnya.

Jokowi dan 'Dongeng' Esemka dalam Keriuhan Politik

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 11:45 WIB
Jokowi dan 'Dongeng' Esemka dalam Keriuhan Politik Janji Jokowi masih diingat bagi sebagian orang soal pengembangan mobil Esemka. Kejutan lainnya muncul saat Esemka tampil segar di tahun politik. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertengahan Februari 2018, panggung politik Indonesia bergema saat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kembali mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden untuk tahun 2019-2024. Deklarasi ini menjadi penentu bagaimana PDIP membawa sang petahana kembali memimpin di masa mendatang.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa waktu lalu, menunjukkan Jokowi berpeluang merebut posisi orang nomor satu tahun depan. Pantas jika Jokowi mendominasi, sebab ayah dua anak asal Solo itu 'pintar' menarik perhatian.

Menyoal pintar menarik perhatian, masih segar dalam ingatan ketika Jokowi -saat menjabat Walikota Solo- mengumumkan Esemka sebagai mobil dinasnya pada Januari 2012.



Saya ingat waktu itu Esemka Rajawali -dilihat sepintas mirip dengan Foday Explorer III- yang kemudian disebut 'mobil karya anak bangsa' terpilih sebagai mobil dinas Jokowi sebelum mobil mengikuti uji emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT Serpong.

Fenomena ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia, yakni saat seorang pejabat negara menjadikan mobil 'misterius' sebagai kendaraan dinas.

Padahal seorang pemimpin harus merasa aman di dalam mobil dalam kondisi apa pun, dan bukan 'mengamankan' mobil yang masih meninggalkan tanda tanya. Praktis sejumlah masyarakat Indonesia bingung dengan langkah Jokowi.

1 Periode Jokowi Hampir Habis, Esemka Masih MisteriusSebelum menjadi Presiden, Jokowi menyatakan Esemka menjadi mobil dinasnya. (CNN Indonesia/Christie Stefanie

Saya pernah menyempatkan diri mengendarai Rajawali dengan mengelilingi kota vokasi Solo beberapa tahun lalu di tengah mimpi Jokowi menumpangi mobil dinas Esemka yang saat itu sekadar bisa 'menggelinding' di aspal.

Sepanjang perjalanan saya hanya fokus agar mobil tidak mendapat masalah karena fakta di atas kertas bahwa mobil belum dinyatakan laik jalan oleh pemerintah.

Esemka Rajawali itu didatangkan dalam bentuk CBU terurai dari negeri Tirai Bambu China ke Solo. Untuk menjadi sebuah mobil utuh, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) mengandalkan bengkel Sukiyat di jalan Solo-Yogyakarta, tepatnya di Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten.

Di bengkel itu, Esemka 'dijahit' dan mengambil berbagai komponen dari mobil yang sudah dijual di dunia. Tujuannya, agar penampilannya tidak sama dengan Foday.


Dalam proses perakitannya, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku agen pemegang merek (APM) Esemka mengandalkan tenaga para siswa SMK Solo. Saat itu saya yakin, proses produksi dan quality control (QC)-nya masih belum seketat produsen mobil yang sudah mendominasi di Indonesia.

Menuai Pro-Kontra

Berbulan-bulan pemberitaan Esemka Rajawali, mobil itu akhirnya dinyatakan lulus uji emisi oleh BTMP BPPT Serpong pada Agustus 2012 dan satu bulan kemudian diperbolehkan masuk produksi setelah Kemenhub mengeluarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor Nomor SK 3896/AJ.402/DRJD/2012.

Ada dua tipe yang boleh diproduksi, yaitu Esemka Rajawali model SUV dan model pikap Esemka Bima. Saat itu, Esemka kian pun menuai pro dan kontra dari masyarakat luas. Namun, atas nama anak bangsa, Jokowi yang saat itu sebagai pejabat negara mantap dengan pendiriannya, yaitu membawa Esemka ke industri otomotif yang lebih besar lagi.

Terlepas dari pro dan kontra, Jokowi resmi menjadi presiden terpilih periode 2014-2019. Jokowi sukes mencapai tujuan, sementara PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku agen pemegang merek (APM) Esemka yang saat itu disebut-sebut sudah menerima inden sebanyak 7.000 unit.

Namun dalam catatan CNNIndonesia.com, ribuan Esemka yang dipesan cuma sekadar wacana yang tak tahu kapan terwujud. Apakah ini gara-gara  Jokowi sudah lepas tangan sejak dilantik menjadi Presiden?

1 Periode Jokowi Hampir Habis, Esemka Masih MisteriusFoto: Dok. Istimewa

Sejumlah masyarakat percaya Jokowi dan mereka masih menyimpan sederet 'dongeng' Esemka, kemudian dipersiapkan untuk masa yang akan datang.

Yang diharapkan bukan cuma angin segar tetapi tanggung jawab sebagai sosok pemimpin yang sudah terlanjur membesarkan nama Esemka, bahkan sampai mendukung pengembangan industri otomotif Esemka di dalam negeri.

Pada medio 2015, Esemka menyuguhkan model cerita yang berbeda. PT SMK melebur dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dan mendirikan PT Adiperkasa Citra Esemka Her (ACEH) yang dipimpin Abdullah Mahmud Hendropriyono, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Berdirinya PT baru dianggap salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas produk Esemka biar mudah menjamah pasar Indonesia.

Namun, pihak PT ACEH menutup keran informasi dan tak bisa dihubungi, yang secara umum harusnya digunakan sebagai corong informasi ke masyarakat tentang perkembangan Esemka.


Sekitar dua tahun kemudian, tepatnya September 2017, sebuah mobil pick up disebut-sebut model baru Esemka Digdaya beredar di jalanan Solo, di tengah kebingungan publik mempertanyakan ke mana perginya Esemka. Kehadirannya sontak menarik perhatian masyarakat dan akhirnya viral di media sosial menjadi perbincangan netizen.

Tiga bulan kemudian warganet kembali dikejutkan dengan penampakan sebuah SUV warna putih yang disebut-sebut sebagai Esemka Garuda 1. Kejadian ini memunculkan reaksi bahwa untuk kesekian kalinya, Esemka disebut-sebut mirip mobil China.

Kejutan Esemka

Banyak pihak mempertanyakan siapa aktor di belakang kemunculan foto-foto Esemka di dunia maya, dan tidak sedikit mempertanyakan upaya apa lagi yang akan dilakukan setelah kemunculan terakhir Esemka di media sosial.

Mereka seperti menikmati strategi promosi 'on-off' di media sosial yang dianggap efektif untuk mendongkrak citra Esemka. Bisa juga benar penduduk di Indonesia menggilai Internet. Dan mungkin menurut mereka dengan strategi itu membuat Esemka seakan lebih dekat dengan penggemarnya.


Lantas apa motivasi Esemka begitu senang eksis di dunia maya? Apakah Esemka tidak rindu diraba oleh penggemarnya di dunia nyata?

Mungkin ini adalah saat yang tepat bagi Esemka untuk keluar ke permukaan. Kemunculan ini sekaligus menjawab keraguan gelar 'misterius' yang terlanjur melekat di dalamnya. (mik)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS