Cortez menawarkan profil berbodi besar layaknya Toyota Innova. Kalau dilihat dari desainnya, Cortez asal China dirakit di Cikarang, Jawa Barat mencoba melawan MPV asal Jepang, Innova. Namun dari segi harga, mobil dijual Rp218 juta sampai Rp264 juta on-the-road Jakarta itu cocok untuk pemilik low MPV seperti Avanza, Ertiga, Xpander yang ingin mendambakan kabin interior lebih lega.
interior Wuling Cortez (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Di awal perjalanan, saya memilih untuk tidak duduk di balik kemudi, tapi pilihan pertama pada kursi baris ketiga. Dengan tinggi badan 184 sentimeter, awalnya saya merasa pesimis mendapatkan kenyamanan duduk di kursi baris ketiga Cortez. Reaksi pertama saat itu yaitu sempit dan bikin pegel duduk di belakang saat menempuh perjalanan jarak jauh. Kondisi ini juga yang dikeluhkan penumpang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wuling Cortez diuji coba oleh jurnalis otomotif nasional Foto: Dok. Wuling |
Saya pun beranjak ke kursi baris kedua di mana tersedia model captain seat. Kursi model ini menambah mewah Cortez di kelasnya, sementara Innova juga menyediakan model kursi terpisah tersebut, hanya harganya mungkin relatif tinggi.
Lihat juga:Masa Inden Wuling Cortez Cuma 1 Bulan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wuling Cortez menyediakan kursi tiga baris. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Wajar jika saya acungi kedua jempol pada produk asal China ini. Kabin Cortez terbilang sulit untuk disusupi suara dari luar. Dengan memejamkan mata, mungkin saya sedikit lupa bahwa tengah bersandar di MPV 'murah meriah'.
Lihat juga:Pilihan Mobil dengan Harga Rp250 Juta |
Cortez menyuguhkan sasis monokok dan sistem penggerak depan guna menambah faktor kenyamanan mobil ini. Dan limbung adalah salah satu masalah yang paling umum dan juga paling terasa ketika Cortez diajak bermanuver maupun berbelok tajam dalam kecepatan agak tinggi.
Bukan hanya pendapat pribadi. Tiga rekan satu mobil yang bergabung dalam acara uji coba juga merasakan hal yang sama, sampai terasa mual akibat 'goyangan' Cortez.
"Berasa banget limbung ya, suspensi juga empuk banget. Jalannya biasa aja, tapi mobilnya goyang mulu," ucap seorang rekan dalam perjalanan.
Wuling Cortez melintasi jalan tol Semarang-Solo Foto: Dok. Wuling |
Kemampuan dalam menopang beban suspensi tipe itu sudah cukup diakui untuk mobil berdaya angkut 7 penumpang. Namun mungkin komponen coil spring-nya tidak sesuai sehingga tak sanggup menopang bobot Cortez. Umumnya limbung kian parah jika kondisi tekanan angin ban yang tidak sesuai. Ini yang harus diantisipasi pemilik MPV bertubuh besar dengan ground clearance cukup tinggi.
Lihat juga:'Kuda Hitam' Mobil China |
Seharusnya desainer Wuling bisa memadukan dua faktor ini agar mobil terasa mantap di segala kondisi jalan, yaitu menekan gejala limbung dan suspensi empuk di jalan tidak mulus.
Meski begitu, kekecewaan atas limbungnya Cortez cukup tergantikan dengan kualitas sistem hiburan. Suara yang dihasilkan speaker cukup jernih dan detail kala memutar lagu kesukaan. Fitur sunroof juga memberi nilai tambah pada mobil keluarga ini. Cukup satu kali menekan tombol yang terletak di dekat kaca tengah, sunroof langsung terbuka lebar. (mik)
interior Wuling Cortez (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Wuling Cortez diuji coba oleh jurnalis otomotif nasional Foto: Dok. Wuling
Wuling Cortez menyediakan kursi tiga baris. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Wuling Cortez melintasi jalan tol Semarang-Solo Foto: Dok. Wuling