Mahasiswa dari Stanford University melancarkan protes di depan Apple Store di Palo Alto, San Francisco. Mereka yang tergabung dalam kelompok bernama Stanford Students Against Addictive (SSAAD) ini menuding Apple bertanggung jawab atas kebiasaan pengguna yang terlalu bergantung pada produk buatannya.
Mereka resah melihat orang-orang sibuk mengecek ponsel. Apple dinilai punya kekuatan untuk memperbaiki hal ini sehingga dapat menularkan semangat yang sama ke industri ponsel cerdas secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami rasa perubahan semacam ini harus diminta oleh banyak konsumen sebelum Apple mengambil tindakan," ujar Sanjay Kannan (18) seperti yang dilaporkan oleh Stanford Daily, Senin (5/3).
Ada alasan yang membuat SSAAD memilih Apple sebagai sasaran protes. Menurut mereka, Apple tak seperti perusahaan teknologi seperti Facebook atau Snapchat yang mendapat untung dari frekuensi memakai produknya.
"Face ID adalah contoh bagus perusahaan lain sejatinya sudah membuatnya sebelum Apple, tapi ketika Apple melakukannya, ada kesan semua orang harus memilikinya," lanjut Kannan.
Sebelumnya Apple sudah merespons isu terkait kecanduan gawai ini. Pada Oktober 2017 lalu, Chief Design Officer Jony Ive mengakui desain iPhone punya efek negatif yang mengakibatkan penggunaan berlebih. (age)