Blackberry Tuntut Facebook Atas Pelanggaran Hak Paten

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 07/03/2018 14:06 WIB
Blackberry Tuntut Facebook Atas Pelanggaran Hak Paten Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Bobby Yip)
Jakarta, CNN Indonesia -- BlackBerry mengajukan tuntutan kepada Facebook atas dugaan pelanggaran paten. BlackBerry disebut memliki software portfolio yang menjadi basis dari fitur modern yang digunakan Facebook.

Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu disebut BlackBerry bersedia membayar penggunaan software. Sebab, aplikasi perpesanan Facebook dikatakan telah menggunakan inovasi keamanan, antarmuka, fitur penguatan fungsional yang dimiliki BlackBerry.

Tuntutan yang diajukan Selasa (6/3) kemarin di Pengadilan Los Angeles menyasar Instagram dan WhatsApp. BlackBerry mengatakan mereka telah melakukan dialog selama beberapa tahun dengan Facebook sebelum melakukan tuntutan ini.
"Sebagai pemimpin perangkat lunak cybersecurity dan software yang disisipkan, pandangan BlackBerry adalah bahwa Facebook, Instagram, dan WhatsApp bisa menjadi mitra hebat dalam perjalanan menuju masa depan yang terkendali dengan aman," kata BlackBerry sebagaimana dikutip dari CNet.


BlackBerry mempermasalahkan tujuh paten perangkat lunak terhadap Facebook. Jenis patennya sangat luas mulai dari tanda yang memperlihatkan pesan sudah terkirim hingga konsep tag pengguna.

Sementara itu, perwakilan Facebook berkomentar cukup pedas dengan menuding bahwa tuntutan BlackBerry menunjukkan keadaan perusahaan sekarang yang mencari uang melalui paten.

"Tuntutan Blackberry dengan sedih mencerminkan keadaan saat ini dari bisnis pesan instan. Setelah meninggalkan upayanya untuk berinovasi, Blackberry sekarang ingin mencari pajak atas inovasi orang lain. Kami berniat untuk bertarung," ujar Paul Grewal, Deputy General Counsel untuk Facebook.
Hal tersebut dinilai lazim bagi perusahaan teknologi yang tak lagi memimpin di pasar dan beralih ke lisensi paten sebagai alternatif cara menghasilkan uang. Yahoo menggugat Facebook atas pelanggaran paten tahun 2012, sementara Nokia menggugat Apple atas pelanggaran paten pada 2016.

BlackBerry yang hampir satu dekade lalu merupakan salah satu pembuat smartphone terbesar di dunia telah mundur dari bisnis ponsel. Mereka menjadi penyediaan perangkat lunak dan layanan untuk klien korporat dan pemerintah beberapa tahun terakhir.

Salah satu layanan inti yang ditemukan pada ponsel lawasnya adalah BlackBerry Messenger (BBM). Layanan aman untuk bertukar teks dan gambar ini menjadi pesaing awal WhatsApp. BBM membentuk komunikasi global yang menarik, terutama di negara-negara di mana tingkat pesan teks tinggi.
Namun, Facebook dan anak perusahaannya telah mencuri pelanggan BBM ke layanannya. Facebook sendiri adalah jaringan sosial terbesar di dunia, dengan lebih dari 2 miliar orang masuk setiap bulannya.

Sementara itu, WhatsApp telah menjadi pengganti pesan teks terbesar yang memiliki 1,5 miliar pengguna aktif, menurut data Statista. Instagram sendiri dengan sharing foto dan messaging telah digunakan lebih dari 800 juta orang setiap bulannya. (age/age)