Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan kebijakan pemerintah AS itu menciptakan kondisi tidak menguntungan bagi Hyundai dan Kia yang memiliki fasilitas produksi di AS.
"Tarif yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya produksi Hyundai dan Kia, menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan pesaing mereka di Amerika Serikat," kata pejabat Kementerian Perdagangan Korea Selatan kepada Reuters, pada Jumat (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu sisi, negeri paman sam Amerika Serikat salah satu pasar penting bagi Hyundai dan Kia. Sejumlah pihak memprediksi ancaman ini setidaknya akan membuat perusahaan otomotif menaikkan harga jual kendaraan untuk konsumennya di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pilihan Mobil dengan Harga Rp250 Juta |
Sementara industri pendukung otomotif ban asal Jerman, Continental juga menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang yang diluncurkan pemerintah AS. Menurut kepala keuangan Continental Wolfgang Schaefer kondisi ini akan merugikan sejumlah industri di AS yang mengandalkan bahan baku baja dan aluminium.
Continental sendiri tidak terkena dampak dari kebijakan bea masuk baru untuk material baja dan aluminium, namun Schaefer menjelaskan perusahaanya akan mengalami kerugian jika industri otomotif AS terpukul akibat kebijakan tersebut. (mik/mik)