Sebelumnya, akun dengan tanda centang biru ini hanya berlaku untuk akun-akun dengan follower yang banyak, seperti tokoh publik, selebriti, atau orang terkenal lainnya.
Pengguna yang ingin mendapat tanda ini mesti mengajukan permintaan ke Twitter untuk mendapat tanda centang biru tersebut. Twitter lantas akan melakukan evaluasi apakah pengguna "pantas" untuk mendapat centang biru itu atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia tak mengelaborasi lebih jauh bagaimana mekanisme pemberian centang biru untuk umum ini akan dilakukan.
"Kami menggunakan (lambang itu) sebagai identitas," jelas David Gasca, Direktur Produk Twitter. "Tapi pengguna berpikir tanda ini sebagai kredibilitas, Twitter berpihak kepada mereka, dan apa yang mereka katakan hebat dan otentik. Padahal bukan itu maksud kami," demikian dikutip The Next Web.
Lihat juga:Twitter Siapkan Pedoman Basmi Tweet Bot |
Dorsey juga menyebut bahwa Twitter tidak akan memaksa pengguna untuk menggunakan nama asli untuk akun mereka. Ia juga menekankan bahwa pihaknya akan memberi penekanan terhadap akun parodi untuk menghindari persepsi bahwa cuitan canda akun ini dianggap sebagai fakta.
Sebagai contoh, akun @dprk_news, seringkali disalah artikan sebagai sumber berita Korea Utara yang dapat dipercaya, demikian disebukan The Verge. (eks)