Alih-alih, Samsung justru merasa lebih baik membuat bingkai yang lebih tipis dibandingkan harus memberikan tukik di sisi depan ponselnya.
"Kita nggak melihat perlunya ke arah situ untuk saat ini. Kita lihat display nya kita buat lebih tipis jadi kita dorong untuk mengoptimalkan pengalaman nonton kan lebih enak kalau nggak terpotong-potong," terang Head of Product Management, IT & Mobility Business Samsung Indonesia, Denny Galant kepada CNNIndonesia.com usai peluncuran duo Galaxy S9 di Jakarta, Jumat (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun beda bezel Galaxy S9 dan S8 hanya 0,2 atau 0,3 persen layar ke rasio bady antara 8:3,9 dan sekarang jadi 8:4,3 tapi usahanya lumaa karena ada banya sensor di dalamnya," ucapnya menambahkan.
Ketika disinggung relevansi desain 'layar tumpah' dengan adopsi Android P, Denny mengatakan pihaknya belum berencana menggunakan desain layar 'berponi'. "Kita masih percaya diri dengan desain ini. Untuk mengoptimalkan kinerja dengan Android P, kita kecilin bingkainya," ucapnya.
Apple diketahui sempat mempertimbangkan kritikan sejumlah pihak tentang desain layar yang dianggap buruk. Belakangan, Apple justru mendaftarkan paten yang diduga ada kaitannya dengan ponsel terbaru yang tak lagi menggunakan 'poni' di bagian atas layarnya. (evn)