Menggunakan embel-embel 'Special Version' di belakang nama Livina membuatnya tampil berbeda dengan bodi kit samping dan belakang dengan hiasan baja antikarat serta rear roof spoiler. NMI juga menambah daytime running light (DRL) di bumper depan.
Wakil Presiden Marketing dan Sales NMI Davy J Tuilan mengatakan kehadirannya untuk mengulur waktu sampai buah kolaborasi low MPV Nissan hasil kerjasama dengan Mitsubishi muncul ke permukaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pilihan Mobil dengan Harga Rp250 Juta |
"Untuk konsumen Nissan yang loyal ini kami ingin memberikan sesuatu yang baru (dengan Livina SV)," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada Nissan Livina generasi kedua
Kemunculan versi Livina SV sebagai penanda bahwa NMI tidak lama lagi bakal 'menyuntik mati' produk Grand Livina. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, mobil keluarga Livina sangat populer.
NMI sempat menempati market share nasional hampir di kisaran 6-7 persen dengan melahirkan Livina. Namun dari tahun ke tahun penjualannya terus tergerus merek lain di segmennya dan masuk usia 1 dekade Livina dikabarkan akan diganti dengan model baru yang lebih menjual.
Saat dikonfirmasi, Davy sedikit memberikan gambaran terkait dua produk Nissan dalam satu segmen.
"Cuma ya secara logika kami tidak mungkin punya dua produk dalam suatu segmen yang sama," jelas Davy.
Sepanjang 12 bulan tahun lalu, penjualan mobil tersebut hanya berjumlah 6.204 unit. Sementara pada Januari 2018, angkanya berjumlah 320 unit, atau lebih kecil dibandingkan Januari 2017 sebanyak 631 unit.
"Memang sih tidak sebesar kompetitor yang lain, tapi dengan terjual segitu sudah membuat motivasi," tegas Davy.
Bagi dia, mobil itu akan membuka persiapan Nissan Indonesia menghadirkan sesuatu yang baru. "Kami tidak ada target (untuk Livina SV). Ya kami tetap jalan aja, dan yang penting kami persiapan something new," tutup Davy. (mik)