"Pertahanan tidak menyediakan atau mendukung penggunaan perangkat lunak yang tidak sah, termasuk aplikasi media sosial WeChat, pada perangkat mobile anggota Departemen Pertahanan," kata seorang Juru Bicara Pemerintah Australia kepada Financial Review.
Juru bicara tersebut manambahkan bahwa penilaian saat ini sedang dilakukan terhadap aplikasi pesan WhatsApp terkait keamanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Intelejen Australia ASIS (Australian Secret Intelligence Service) mengingatkan mengenai semakin meningkatnya aktivitas mata-mata melalui berbagai cara. Salah satu yang dicurigai adalah pada aplikasi WeChat.
Sementara, Tencent yang membawahi QQ dan WeChat memiliki skor 0/100. Skor bontot ini menggambarkan bahwa aplikasi ini tidak memiliki fitur enkripsi percakapan seperti pakem yang sudah ada. Hal ini berpotensi terjadi penyalahgunaan data pelanggan.
Aplikasi percakapan yang berbasis di Cina ini sudah beberapa kali mengalami pengancaman diblokir. Sebab, aplikasi itu tidak memiliki jaminan kemanan data bagi pelanggannya. Rusia, misalnya, memblokir aplikasi itu lantaran Tencent menolak membuka kantor pusat data di negara tersebut. (age/btg)