Bagi para ilmuwan dunia terutama di bidang kosmologi dan fisika modern, nama Hawking mungkin sudah tidah asing lagi. Lelaki asal Inggris kelahiran 8 Januari 1942 itu dikenal dengan teori-teori mengagumkan mengenai konsep lubang hitam, gelombang gravitasi, dan 'big bang'.
Hawking meraih titel sarjana dari Universitas Oxford, pada 1962. Sementara pada 1965, Stephen meraih gelar doktor filsafat (PhD) dari Trinity Hall, Cambridge University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hawking terkenal bukan hanya karena memiliki banyak teori dan menulis buku. Kondisi tubuhnya yang tak biasa turut membuat Stephen menjadi terkenal.
Namun ternyata, Hawking bukan hanya bisa hidup hingga sekarang tetapi juga menghasilkan karya yang berdampak besar.
Hawking bertahan hidup dan terus berkarya dengan bantuan seperangkat teknologi bernama 'kursi kehidupan', sebuah kursi roda yang terintregasi dengan komputer dan alat-alat canggih lain sehingga dapat membantunya bergerak dan berkomunikasi.
Atas berbagai sumbangannya di bidang ilmu pengetahuan, Hawking dianugerahi berbagai macam penghargaan. Salah satunya, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang terbesar Inggris di dalam sejarah oleh BBC. Di tahun 2009, ia juga mendapatkan Medal of Freedom dari Presiden AS Barack Obama.
Kisah kehidupan ayah dari tiga anak itu juga pernah diangkat ke layar lebar dalam sejumlah kesempatan. Salah satunya, film berjudul 'The Theory of Everything' pada 2014 silam. (evn)