Keresahan Google terhadap mata uang kripto berpangkal pada potensi penipuan.
"Meningkatkan pengalaman iklan di seluruh web, dengan menghapus iklan yang berbahaya atau iklan intrusif, akan jadi prioritas tertinggi buat kami," kata Scott Spencer yang mengepalai keberlangsungan iklan di Google seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larangan Google tersebut mulai berlaku pada Juni nanti. Langkah ini bagian dari upaya mereka bersih-bersih dari segala iklan yang berpotensi penipuan.
Sebelumnya langkah serupa sudah dilakukan oleh Facebook pada Januari lalu. Dengan melarang iklan mengenai mata uang kripto, mereka berharap pengguna terhindar dari ancaman penipuan.
"Ini bukan sesutu yang dapat dikesampingkan atau diabaikan," tukas kepala pemasaran Unilever, Keith Weed, seperti dilaporkan oleh CNN.
Unilever termasuk ke dalam perusahaan dengan belanja iklan besar. Anggaran pemasaran mereka berkisar Rp136 triliun per tahun dan 25 persen di antaranya mengalir ke ranah digital.
Desakan Unilever ke Google dan Facebook ini menjadi relevan karena kedua perusahaan teknologi itu menguasai 60 persen belanja iklan yang berputar di seluruh dunia selama 2017. (evn)