Undang-undang Mengatur Jam Tidur Pengemudi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 15:20 WIB
Undang-undang Mengatur Jam Tidur Pengemudi Pengemudi harus memperhatikan jam biologisnya untuk menghindari kecelakaan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bugar selama berkendara menjadi syarat utama sebelum kita melakukan aktivitas mengemudi. Apalagi perjalanan jauh yang akan kita tempuh, seperti bepergian ke luar kota.

Untuk memastikan pengemudi tetap dalam kondisi bugar selama berkendara, pemerintah sudah membuat peraturan yang tertuang dalam undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 90 ayat 2,3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

Peraturan itu mengatur batas waktu mengemudi, yaitu aktivitas mengemudi paling lama delapan jam dalam satu hari. Dan kedua, pengemudi wajib beristirahat minimal 30 menit sekali setelah menempuh perjalanan selama empat jam.
Dan dalam hal tertentu, pengemudi yang terpaksa melakukan aktivitas mengemudi selama 12 jam dalam satu hari diharuskan beristirahat selama satu jam setelah berkendara selama empat jam.


Menurut Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pasal tersebut berlaku untuk perjalanan keluar kota.

"Bicara jam biologis tubuh, manusia punya ketahanan. Makanya mengemudi disarankan paling lama delapan jam dalam sehari (mengemudi) dengan ketentuan memiliki waktu istirahat," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).
"Nah ini tidak berlaku dalam waktu mengemudi stop and go atau di dalam kota. Melainkan mengemudi luar kota yang mana kecepatan kendaraan biasanya konstan," ujar Jusri.

Ia mengungkapkan dalam perjalanan saat masuk waktu istirahat pengemudi harus benar-benar memanfaatkan waktu istirahat pasca lama duduk di balik kemudi. Bila perlu yang semula dianjurkan empat jam lalu beristirahat, dapat dipangkas menjadi dua jam perjalanan dan kemudian istirahat. Ini mengikuti sistem biologis tubuh manusia.

"Setelah dua jam dia bisa beristirahat selama 15 sampai 30 menit. Dan yang intinya perjalanan total jangan melebihi waktu delapan jam," ucap Jusri.
Ia menyarankan setelah sampai di tempat tujuan, agar pengemudi dapat tidur untuk mengembalikan kebugaran tubuh setelah letih berkendara.

"Tidur sangat penting untuk mengistirahatkan seluruh organ tubuh. Mulai dari mata, telinga dan lainnya. Biar hanya 15 menit, itu sudah bisa membuat kita bugar," tegasnya.

Saran lain dari Jusri adalah para pengemudi untuk tidak tergantung kepada minuman berenergi, maupun kopi sebagai doping saat berkendara. Minum minuman berenergi atau kopi, hanya akan tampak atau terasa bugar dari luar, tetapi tidak di dalam tubuh pengemudi.
"Ya istirahat, tidur. Jangan minuman berenergi. Itu kan untuk mompa jantung jadi kita terasa tidak ngantuk, padahal badan keletihan. Kalau pun minum kopi jangan berlebihan, cukup satu gelas sebelum mulai perjalanan," tutup Jusri. (mik)