Fungsi Rem ABS untuk Motor di Bawah 200cc

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 13:33 WIB
Fungsi Rem ABS untuk Motor di Bawah 200cc Foto: Dok. Yamaha
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembangan sistem rem antilock braking system (ABS) saat ini tak melulu pada sepeda motor yang memiliki kapasitas mesin besar.

Sebab, banyak dari pabrikan yang kini mulai menyematkan sistem keamanan tersebut pada motor skutik, sport fairing, sport naked dengan kapasitas mesin di bawah 200cc.

Lantas sejauh mana fungsionalitas rem ABS pada motor bermesin kecil yang umummnya dikendarai di perkotaan dengan rata-rata kecepatan sekitar 20-30 km per jam?


Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menilai tidak ada yang salah jika banyak motor dengan mesin lebih kecil menggunakan sistem pengereman ABS. Tujuannya untuk membantu pengeraman motor lebih sempurna meski kendaraan tidak berkecepatan tinggi.

"Pada dasarnya ABS dipasang untuk mencegah rem ngeblock atau terkunci. Jadi mau dipasang di motor berapapun cc-nya kalau itu punya potensi terkunci ya sah saja," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/3).
Potensi roda terkunci saat melakukan pengereman, menurut dia, tidak hanya dapat terjadi ketika kendaraan dalam kecepatan tinggi. Kecepatan rendah, sekitar 20-30 km per jam memiliki risiko yang sama.

ABS sendiri memang diciptakan untuk mencegah roda terkunci sepenuhnya saat pengendara melakukan pengereman keras (hard braking) atau mendadak. Cara kerjanya seperti pengendara melakukan pengereman dengan cara 'mengkocok' pedal rem dengan kaki, tapi ABS sudah otomatis lantaran terintegrasi dengan komputer.

Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali (jepitan) per detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan.
"Karena kita tahu kalau rem ngeblok itu dalam kecepatan 30 km per jam saja bisa terjadi. Nah tanpa disadari itu bisa untuk kendaraan kecil maupun besar," ujar dia.

Oleh karenanya, Ia menganggap wajar jika harga kendaraan lebih mahal karena menyimpan peranti ABS, karena kuda besi dengan sistem keselamatan itu dapat membantu pengemudi melakukan pengereman yang baik.

"Jadi motor masih bisa punya momen untuk menghindar. Kalau rem biasa tidak bisa, kecuali driver-nya ahli bisa ngelakuin pola rem dikocok," tutup Jusri. (mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA