Sandi 'Seret' Surya dan Angin untuk Setrum Kepulauan Seribu

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 18:29 WIB
Sandi 'Seret' Surya dan Angin untuk Setrum Kepulauan Seribu Ilustrasi. (Foto: MinkS/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin membuat sumber energi baru untuk memenuhi pasokan listrik di Kepulauan Seribu.

Dia ingin pasokan listrik di Kepulauan Seribu yang hanya sebesar 9 Mega Watt itu bertambah hingga mencapai 50 Mega Watt.

"Ya harus ada energi baru, renewable energi di Kepulauan Seribu, optimalkan yang ada dan ciptakan yang baru," kata Sandi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).


Energi baru yang dimaksud Sandi ini terdiri dari sumber energi surya, angin, hingga sumber energi dari pengelolaan sampah. Terkait lokasi pengelolaan energi baru ini, diakui Sandi masih mencari lahan yang paling memungkinkan.


"Ada berbasis surya, berbasis angin juga, ada yang berbasis sampah karena kepulauan seribu menghasilkan sampah alangkah baiknya kalau sampahnya tidak dibawa lagi ke Bantargebang, seperti kemarin yang di Muara Angke itu tapi itu malah diolah di sana juga," kata dia.

Dari 105 pulau yang ada di Kepulauan Seribu baru ada 16 pulau yang teraliri listrik. Itu pun dikatakan Sandi jenis listrik 'byar pet' yang merupakan istilah untuk listrik yang mudah mati, lama menyala.

"Ada 105 pulau, yang baru teraliri 16 pulau itu juga listriknya 'byar pet' kita ingin tingkatkan ini," katanya.

Dampak pada Ekonomi

Sandi pun berharap dengan adanya peningkatan daya listrik di Kepulauan Seribu ini akan berdampak pada sisi ekonomi hingga pendidikan.


"Kami akan hadirkan suatu rencana yang bisa tereksekusi dengan baik. Dan kita inginnya cepat karena memang melibatkan dunia usaha langsung. Di sini ada beberapa pengusaha yang siap berinvestasi," kata Sandi.

Dewan Energi Nasional (DEN) mencatat penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi (46 persen) dan batu bara (26 persen) pada 2015. Lainnya adalah gas bumi (23 persen), dan energi baru terbarukan (5 persen).

Target Rencana Umum Energi Nasional menyatakan penggunaan energi baru terbarukan pada bauran BBM mencapai 23 persen pada 2025. Hal itu untuk menggantikan penggunaan energi fosil yakni batu bara (30 persen), minyak bumi (25 persen) dan gas bumi (22 persen). (asa)


ARTIKEL TERKAIT