Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Zuckerberg menyatakan permintaan maaf atas skandal tersebut. Ia menyebut kasus ini sebagai pelanggaran terbesar yang telah menodai kepercayaan pengguna.
"Saya sunguh-sungguh meminta maaf atas kejadian ini. Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data pengguna dan jika hal itu tak bisa kami lakukan maka kami tidak layak untuk melayani pengguna," ungkapnya disela wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi kasus ini, Zuck menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi terkait bekerjasama dengan regulator. "Skandal pencurian data ini merupakan pelanggaran terhadap kepercayaan pengguna terbesar. Kami akan melakukan investigasi mendalam untuk kasus ini," lanjutnya.
Cambridge Analytica lantas mengolah data tersebut untuk dipakai saat kampanye Pilpres AS 2016 yag dimenangkan oleh Donald Trump. Belakangan diketahui bahwa perusahaan ini melakukan kecurangan berkat informasi dari pembocor rahasia (whistleblower) sekaligus mantan karyawan bernama Christopher Wylie. (evn)