Zuckerberg pun menjelaskan kronologi kejadian penyalahgunaan ini melalui unggahannya di Facebook pada Kamis (22/3). Dia memaparkan bahwa Facebook yang diluncurkan pada 2007 memungkinkan pengguna untuk log in ke aplikasi dan membagikan informasi mengenai siapa teman-teman mereka dan beberapa informasi mengenai teman-temannya.
Pada Juni 2014, peneliti dari Cambridge University bernama Aleksandr Kogan membuat sebuah aplikasi kuis kepribadian, 'thisisyourdigitallife'. Zuck mengungkap bahwa aplikasi Kogan dipasang oleh sekitar 300.000 orang yang semuanya bersedia membagikan data pribadi mereka serta beberapa data teman-teman mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga mengharuskan pengembang aplikasi mendapatkan persetujuan kami sebelum mereka meminta data yang sensitif dari para pengguna. Tindakan ini akan mencegah aplikasi seperti milik Kogan untuk mengakses banyak informasi," imbuh Zuck.
Lihat juga:Cara Amankan Akun Facebook |
Sayangnya, pekan lalu Facebook menerima kabar bahwa CA tidak menghapus semua data seperti yang mereka janjikan sebelumnya. Facebook mengambil tindakan untuk memblokir CA dari layanannya.
Penyalahgunaan data oleh Kogen ini banyak disebut sebagai pencurian data terbesar sepanjang sejarah. Sebesar 50 juta data pengguna Facebook digunakan oleh CA tanpa izin pengguna Facebook.
Kini, berbagai pihak menuntut Facebook untuk bertanggung jawab atas kebobolan data tersebut. Kampanye #DeleteFacebook di media sosial pun sudah muncul. (age/asa)