Westminster Abbey adalah gereja yang tak hanya dikenal sebagai pengangkatan raja/ratu Inggris. Tapi juga dikenal sebagai makam bagi para figur-figur penting Inggris, mulai dari raja/ratu hingga ilmuwan.
"Abu dari Profesor Stephen Hawking pantas dimakamkan di Abbey, dekat dengan ilmuwan besar lainnya di sana," ujar kepala pengurus Westminster, John Hall, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Charles Darwin adalah ilmuwan yang namanya besar berkat teori evolusi. Penelitiannya merupakan dianggap sebuah terobosan di bidangnya bahkan hingga saat ini. Setelah mengembuskan nafas terakhir, jasad Darwin dimakamkan di Abbey, bersanding dengan Newton.
Selain itu ada pula Joseph John Thomson yang ditempatkan di sana pada 1940 berkat jasanya menemukan elektron.
Hawking sendiri meninggal di usia 76 pada Rabu (14/3) lalu. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya meneliti misteri lubang hitam dan asal-usul alam semesta.
Penyakit neuron motor menggerus kesehatan Hawking sejak usia 21 sehingga memaksanya duduk di kursi roda seumur hidup dan berbicara melalui komputer. Kondisi demikian ternyata tak menyurutkan semangat Hawking meneliti alam semesta dan isinya. (eks)