Hughes berhasil terbang dengan roket bertenaga uap buatannya sendiri di padang gurun Mojave, Los Angeles, Sabtu (24/3) sore waktu Amerika Serikat. Dari hasil pengamatannya, ia tetap percaya bahwa bumi itu tidak bulat melainkan datar seperti cakram. Roket bertenaga uap itu meluncur dengan kecepatan 563km/jam sampai ketinggian 500 meter secara vertikal.
"Selain sakit dipunggung, kondisi saya baik-baik saja," jelas Hughes seperti dikutip AP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lelah orang lain mengejek saya pengecut dan tidak akan pernah membuat roket. Saya lelah akan hal itu, maka akhirnya saya membuat dan mewujudkannya," tandas Hughes.
Hughes akhirnya membuat roket terbang vertikal 321.85 kilometer timur Los Angeles agar roket itu tidak mendarat di lahan publik. Sebab sebelumnya, izin terbang Hughes yang rencananya akan dilakukan November lalu terganjal oleh Biro Manajemen Tanah dan masalah teknis yang terus bermunculan, seperti diberitakan Washington Post.
Setelah peluncuran roket itu, Hughes yang merupakan sopir Limo berumur 61 tahun itu berencana membangun roket yang lebih canggih bernama "Rockoon". Nantinya roket ini akan dilengkapi balon berisi gas yang membawanya ke atmosfer. Kemudian roket akan melepaskan diri dengan balon untuk kemudian menyala dan membawa Hughes sejauh 109,43 kilometer yang rencananya akan dirilis pada bulan Agustus mendatang. (btg/eks)