Pertamina Sebut Rutin Lakukan Uji Tera di Seluruh SPBU

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 27/03/2018 09:06 WIB
Pertamina Sebut Rutin Lakukan Uji Tera di Seluruh SPBU Keraguan konsumen terhadap perusahaan penyedia bahan bakar Pertamina pun kian bertambah. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus isi bensin melebihi kapasitas tangki mobil sering terjadi di Indonesia. Terakhir Nissan Serena yang sempat viral di media sosial. Keraguan konsumen terhadap perusahaan penyedia bahan bakar Pertamina pun kian bertambah.

Manajer Komunikasi & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati menanggapi dengan menyebutkan bahwa pihaknya rutin melakukan pengujian tera terhadap SPBU yang selama ini menjadi mitra dari Pertamina untuk menghindari kecurangan pada SPBU.

"Kami selalu rutin untuk melakukan uji tera," kata Dian kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/3).
Menurut Dian jika ada SPBU yang terbukti kecurangan, Pertamina sudah menyiapkan sanksi mulai dari skorsing sampai dengan pemutusan hubungan usaha.


"Sanksi pasti ada. Itu bisa kami skorsing atau pemutusan hubungan kerja," kata Dian.

Terkait masalah yang dialami pengendara Nissan Serena Nopol B 2224 SEB di Pertamina di SPBU 34 13501 Jl. Raya Condet Kramatjati, Jakarta Timur, Pertamina telah melakukan uji tera ulang takaran pada nozzle bersaman-sama.
"Tadi siang sudah bersama Dinas Metrologi, nanti hasilnya aku infoin," jelas Dian.

Seperti diberitakan, Prakoso Aji Satrio selaku korban sempat kebiungan mobilnya 'minum' Pertalite mencapai 78,10 liter dengan total tagihan sebesar Rp 593.560,-. Padahal volume tangki mobil cuma 60 liter. Pertamina pun sudah melakukan permohonan maaf.

"Setelah kami melakukan uji tera sesuai dengan ketentuan standar Pertamina, didapatkan bahwa nozzle tersebut sudah sesuai standar yaitu dengan batas toleransi dibawah -60 ml per 20 liter. Kita dapati nozzle tersebut setelah diuji tera masih berada pada batas toleransi yang sesuai yaitu -40 ml per 20 liter," ujar Dian. (mik)