"Saya kira situasi ini sangat menakutkan dan menjadi sangat besar sehingga mungkin diperlukan regulasi yang dipersiapkan dengan cermat," jelasnya saat ditanya apakah penggunaan data pribadi perlu dibatasi terkait dengan insiden Facebook, seperti dikutip Bloomberg, Senin (26/3).
"Kemampuan bagi siapapun untuk mengetahui apa yang sudah diramban selama tahunan, siapa kontak Anda, dan kontak mereka, apa yang kamu suka dan tidak dan tiap detil hidup Anda, menurut pandangan saya tidak seharusnya ada."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cook juga menyebut, mereka yang tak sadar datanya dikoleksi ini sangat mungkin akan tersinggung ketika sesuatu terjadi. "Kebetulan, prediksi ini telah jadi kenyataan lebih dari sekali," tandasnya.
Alih-alih mendapat uang dari iklan, Apple menghasilkan pendapatan dari penjualan perangkat keras premium, baik smartphone hingga komputer desktop.
Dilaporkan Yahoo Finance, saham FB turun sebesar 10% dalam seminggu terakhir membuat perdebatan antara perusahaan teknologi dan firma pengumpul data mengenai perlu atau tidaknya regulasi mengenai kebijakan privasi di buat.
Kejadian ini membuat co-founder Mark Zuckerberg mengharuskannya membuat surat permohonan maaf secara publik di laman Facebooknya dan mengatur ulang kebijakan privasi dengan developer aplikasi yang meyebabkan bocornya 50 juta data pengguna untuk kampanye kemenangan Trump oleh Cambridge Analytica. (eks/btg)