Layaknya sistem navigasi, pastikan Anda memilih tujuan dan jenis kendaraan yang dipakai. Pilih logo sepeda motor yang terdapat pada aplikasi Google Maps versi teranyar.
Peta digital Google menyarankan saya untuk menempuh jalur utama yang ditandai warna biru, melintasi Jalan Nusantara - Jalan Arief Rahman Hakim - Jalan Margonda Raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melalui jalur utama, fitur sepeda motor juga mengarahkan ke jalan-jalan perkampungan area pemukiman warga. Tak heran, jalur tersebut memang kerap dipakai untuk memangkas jarak tempuh menuju Jalan Arief Rahman Hakim.
Sesampainya di Jalan Arief Rahman Hakim, saya memutuskan untuk tidak melalui Jalan Margonda Raya. Saya justru menempuh jalur seukuran mobil di Jalan Kembang Raya.
Menyusuri Margonda hingga tiba di Stasiun Pondok Cina, saya memutuskan untuk melalui pinggiran rel kereta agar bisa sampai di Jalan Kober, Margonda. Hanya saja, saat itu aplikasi sempat tidak mampu mengenali jalur yang ditempuh.
Lihat juga:Google Maps Akhirnya Ada Jalur Khusus Motor |
Namun lagi -lagi, ketika melalui 'jalan tikus' Google Maps tidak mampu membaca jalur tersebut. Jalur kecil meliuk yang kerap diselingi tanjakan nampaknya memang belum terjamah oleh Google.
Pada akhirnya, Google Maps memang membantu pengendara motor tiba di tujuan dengan rute yang tidak sama dengan mobil. Otomatis jalur ini membawa pengguna motor memangkas waktu tempuh jadi lebih cepat.
Namun di beberapa titik, Google Maps masih belum mampu menunjukkan jalur-jalur 'tikus' yang hanya mampu dilalui pemotor di gang kecil. Penunjuk arah seketika hilang ketika pengendara motor melalui jalur sempit. (evn)