Imbas dari kekalahan tersebut salah satunya adalah membuat aplikasi dan layanan online besutan Google jadi lebih mahal bagi pengguna. Hal itu karena Java kebanyakan digunakan oleh para pengembangkan untuk membangun antarmuka program aplikasi (API/ application programming interface) mereka.
Padahal, Oracle Java API yang selama bertahun-tahun diperdebatkan bisa digunakan secara gratis dan dapat bekerja di berbagai jenis perangkat. Peranti lunak ini memberikan petunjuk mengenai banyak hal termasuk menyambung ke internet atau mengakses jenis file tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:8 Konglomerat di Jagat Teknologi Dunia |
Oracle mengatakan bahwa API-nya tersedia secara gratis bagi mereka yang ingin membangun aplikasi untuk komputer dan perangkat seluler. Tetapi mereka membatasi penggunaannya untuk platform yang bersaing atau untuk ditanamkan ke dalam perangkat elektronik.
Tiga hakim federal Circuit di Washington mencatat bahwa Android telah menghasilkan lebih dari US$42 miliar pendapatan dari iklan. Ia juga mengatakan bahwa Google tidak membuat perubahan apa pun dari materi milik Oracle sehingga perusahaan besutan Larry Page itu terkena tuntutan pelanggaran undang-undang hak cipta.
Google bukan satu-satunya perusahaan yang kalah dari keputusan ini. Banyak yang bergantung pada peranti lunak Java untuk mengembangkan platform mereka sendiri. (age/evn)