Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebook Indonesia pada Kamis (5/4) sore di kantornya di Jakarta.
Ada beberapa poin yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, salah satunya adalah permintaan pemerintah kepada Facebook agar mereka menutup semua aplikasi ketiga di Indonesia, terutama yang berbentuk kuis kepribadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harus sampaikan ke teman-teman, media sosial itu enggak kooperatif-kooperatif amat. Jadi ada beberapa dari sembilan itu yang mungkin ada tiga yang hanya memenuhi 50 persen permintaan shut down konten atau akun (dari) kami," tukas Rudiantara kepada media sesaat jelang pertemuan dengan perwakilan Facebook di kantornya di Jakarta, Kamis (5/4) sore.
Menurut catatan Kominfo, tingkat kepatuhan Facebook dan Instagram mencapai 40 persen. Dari total 1.307 permintaan blokir akun dan konten, Facebook hanya sanggup menindak 778 di antaranya.
Menemani Facebook, tingkat kepatuhan Google (plus YouTube) dan Telegram hampir setara, masing-masing 42 persen dan 37 persen.
Rudi menyebut data yang diungkapnya berdasarkan statistik, jadi bukan sekedar prediksi. "Statistiknya ada jadi kita enggak sembarang ngomong," imbuhnya.
Ucapan Rudiantara sekaligus menanggapi pertemuan dengan perwakilan Facebook soal kebocoran data penggunanya di Indonesia.
"Untuk sekarang sih yang dilakukan dari sisi Facebook adalah mengaudit bukan hanya aplikasi yang bermasalah tapi juga seluruh aplikasi yang running di atas platform ini," pungkas Ruben.
Ketika Ruben menerima pertanyaan pewarta soal nasib dari satu juta pengguna Facebook Indonesia yang tercecer, ia menekankan perlu menunggu audit terlebih dahulu. (evn)